shareurs

share knowledge for the bright future

ESENSI PERKAWINAN DALAM ISLAM

Prolog: Menikah adalah salah satu cara membuka pintu rezeki, Sabda Rasulullah, ”Irtamizu rizko binnikah”. ”Menikahlah maka kau akan menjadi kaya”

Rahasia menjadi pasangan suami istri yang bahagia sesungguhnya tidak pernah dapat diajarkan, tetapi belajar dari pengalaman. Perkawinan harus mencerminkan persahabatan yang paling akrab, kalau tidak perkawinan itu akan gagal. Perkawinan yang bahagia adalah penyatuan dua orang yang bersedia saling memaafkan…

“Wahai bani Adam pakailah pakaianmu yang indah setiap kali masuk mesjid (untuk beribadah) dan makan minumlah tetapi jangan berlebihan karena Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.”(QS.Al-A’raf [7]:31).
Dari Anas bin Malik ia berkata, ”Datanglah tiga golongan yang mendatangi rumah isteri-isteri Rasulullah secara diam-diam dan menanyakan tentang ibadah beliau. Setelah mereka diberikan lalu mereka membicarakannya dan berkata di mana posisi kita dibanding dengan Rasulullah padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Salah satu di antara mereka berkata,”Saya akan selalu shalat malam terus menerus.”Yang lain berkata,”Saya akan berpuasa terus menerus sepanjang tahun.”dan yang lain lagi berkata,”Saya akan menjauhi wanita dan tidak akan menikah selamanya.”
Kemudian Rasulullah mendatangi mereka seraya berkata, ”Apakah kalian yang mengatakan begini dan begitu? Ketahuilah demi Allah sesungguhnya sayalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertaqwa kepadaNya tetapi saya berpuasa dan berbuka, saya shalat dan tidur serta menikah wanita..!. Barangsiapa yang membenci sunnahku maka bukan golonganku”.

1. Jodoh adalah Takdirnya Alloh.

Alloh telah berfirman dalam Alquran surat Ar-Ruum ayat 21
”Wa min aayaatihii ankholaaqolakum min anfusikum azwaajan litaskunuu ilaihaa, wa ja’ala bainakum mawaddatan warohmah, inna fii zalika la aayaatin yatafakkaruun”

Artinya:
”Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Alloh bahwa Alloh telah menciptakan untukmu isteri-isteri dari kalanganmu sendiri, agar kamu sekalian tentram kepadanya, dan Alloh telah menjadikan diantara kamu sekalian rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya didalam demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Alloh bagi orang-orang yang berfikir.”

Penjelasan:
Ayat ini menjelaskan TENTANG PERJODOHAN, Bahwa sebagai tanda kekuasaan Allah, Allah telah menciptakan manusia dan memberi setiap diri itu pasangan/jodoh atau istri. Bahkan dalam ayat itu disebutkan jamak yaitu istri-istri artinya satu orang lelaki boleh memiliki istri lebih dari satu (sampai 4). Ayat ini tidak pernah ditafsirkan kalau istri itu harus satu dan/atau sampai mati. Tidak. Garis besar ayat ini menjelaskan adanya pasangan/jodoh bagi setiap individu.

2. Menikah-lah Maka Rejekimu akan Lancar

Firman Alloh dalam Alquran surat Ar-Nuur ayat 32

”Wa ankihuulayaamaa minkum wassholihiin min ibaadikum wa imaaikum iyyakuunu fuqoroo’a yughnihimulloohu min fadlih. Waaloohu waasi’un ’aliim”

Artinya:
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. JIKA MEREKA MISKIN ALLAH AKAN MENGKAYAKAN MEREKA DENGAN KARUNIANYA. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”

Penjelasan:
Sebenarnya kita tidak perlu ragu lagi untuk menikah, dengan adanya janji Alloh dalam surat diatas kita sudah dipastikan rejekinya, ibarat sungai itu sudah ada jalurnya, lebarnya, dalamnya dan kecepatannya. Kita hanya tinggal berusaha menemukannya saja.

Jika suatu saat ada orang yang mengatakan, “secara materi saya belum siap,” saya akan selalu mengejar dengan pertanyaan yang lain, “berapa standar kelayakan materi seseorang untuk menikah?” Tak ada..!!!. Sebenarnya tak ada. Jika kesiapan menikah diukur dengan materi, maka betapa ruginya orang-orang yang papa. Begitu juga dengan kesiapan-kesiapan lain yang bisa diteorikan seperti kesiapan emosi, intelektual, wawasan dan sebagainya. Selalu tak bisa dimatematiskan. Itulah sebabnya saya mengatakan bahwa menikah adalah sesuatu yang sangat kodrati.
Bukan dalam arti saya menyalahkan teori-teori kesiapan menikah yang telah dibahas dan dirumuskan oleh para ahli. Tentu saja semua itu perlu sebagai wacana memasuki sebuah dunia ajaib bernama keluarga.. Sebagai contoh saja, banyak pemuda berpenghasilan tinggi, namun belum juga merasa siap untuk menikah. Belum siap..lah…Belum qodar lah (belum usaha..kok bilang qodar). Lagi nyicil..lah dll begitu sanggah mereka. Itu alasan yang paling mudah dijumpai.

Sumber: Joel + http://perkawinan-bahagia.blogspot.com

April 15, 2009 - Posted by | Muslim Box

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: