shareurs

share knowledge for the bright future

10 Indikasi: Orang Telah Tercuci Otaknya

oleh: Maureen Farrell
Meskipun sebagian masyarakat dunia percaya bahwa pemilu tahun 2000 merupakan sebuah perebutan kekuasaan dan banyak yang percaya bahwa kami dibohongi mengenai kebenaran tragedi 11 September, kami bangsa Amerika tak menyadari  bagaimana kami mati rasa. Kita tak hanya dipaksa ke dalam Perang Dunia Ketiga, tapi saat ini banyak orang yang

tidak berdosa secara diam-diam ditahan, tentara membuat konsep penahanan warga sipil dan terdapat pemerintahan rahasia di depan mata kita. Namun kita masih terus mengabaikankannya.

Administrasi perang Irak sangat mengherankan, khususnya ketika Dick Cheney mengatakan bahwa Saddam tidak dapat dipercaya — meskipun beberapa waktu sebelumnya Saddam dipercaya dengan dana mencapai US.$73 juta selama transaksi dengan Halliburton/Irak. Selain itu, baru-baru ini ditemukan memo yang mengungkap bahwa Cheney juga terlibat dalam  sebuah 1975 COVER-UP yang melibatkan eksperimen pengendalian otak CIA, yaitu MK-ULTRA. Pada waktu itu pemerintah membayar US.$750,000 sebagai pembayaran restitusi kepada keluarga Dr. Frank Olsen, ahli biokimia pada Angkatan Bersenjata, setelah ia membocorkan rahasia obat bius CIA, yaitu LSD, beberapa hari sebelum Dr.Olsen terjatuh dari sebuah gedung di New York pada tahun 1953. Pada akhirnya ketika pemerintahan Ford, mereka berjanji akan mengungkapkan semuanya. Namun menurut sebuah artikel yang dimuat dalam  “Mercury News”, (Kematian ilmuwan menghantui keluarga, 8 Agustus 2002), para pejabat kunci, termasuk pembantu Gedung Putih, yaitu Dick Cheney dan Donald Rumsfeld mendorong untuk meneruskan merahasiakan informasi tersebut.

Pemerintah tak hanya mencoba mengendalikan otak rakyat, mereka juga mengontrol media massa. Salah satu contoh adalah Operasi Mockingbird, yaitu sebuah rencana CIA untuk memasuki sekolahan, adalah operasi yang sangat sukses sehingga direktur CIA William Colby dengan sesumbar mengatakan bahwa “orang-orang media massa utama adalah milik CIA.” Carl Bernstein memperkuat pernyataan ini dengan mengungkapkan bahwa ratusan wartawan  dan organisasi berita terlibat dalam subversi ini. Meskipun para pejabat mengaku telah melakukan rekayasa di masa lalu, namun hingga dewasa ini mereka masih terlihat melakukan hal yang sama. Masih ingatkah anda mengenai ceritera paspor teroris yang selamat dari insiden WTC? Apakah itu juga merupakan isu pabulum – the act of feeding – pemerintah? Dan apa lagi, sejumlah ceritera cuci otak publik dalam skala penuh Stepford Citizen Syndrome (Warganegara yang tingkahlakunya menyesuaikan diri, lebih menyerupai robot)  menyebar ke seluruh wilayah negara?

Hal-hal tersebut di ataslah  yang membawa kita kepada permasalahan seperti ini. Peniliti telah melakukan identifikasi sindrom-sindrom berikut. Jika anda mendengar seseorang berkata seperti ini, dia telah di cuci otak dan segeralah anda menghalanginya:

1) “George Bush adalah orang yang baik.”

Abraham Lincoln pernah berkata, “Jika anda ingin menguji karakter seseorang, berilah dia kekuasaan.” Jika ia mencuri kekuasaan, jangan tanya lagi sifat aslinya. Perjanjian out of court minggu ini dengan NAACP mengenai perampokan suara dalam penipuan pemilihan umum ditegaskan dalam laporan Greg Palast dari BBC bahwa pemilu telah dimanipulasi. Namun masih banyak orang yang mengacuhkannya, sementara merujuk kepada kesusilaan “Dubya” dalam banyak hal sama dengan nenek moyang kita yang mengatakan Bumi rata.   Melewati thrice-arrested president’s yang dengan mencolok mata mengenyampingkan hak-hak sipil, hak azasi manusia dan lingkungan hidup, mereka terus meminimalkan signifikansi skandal dan menurunkan derajat mereka sebagai pelindung kepercayaan publik. Tetapi dengan ungkapan senda-gurau yang diulang-ulang seperti, “beruntung saya dapat trifecta – judi balap kuda” dan “jika ini adalah pemerintahan diktator, maka seharusnya ini jauh lebih mudah”, G.W. memberikan pandangan sekilas mengenai indecent inner frat boy. Terutama yang diungkapkan dalam wawancara Talk Magazine, ia berpura-pura menjadi tahanan hukuman mati Karla Faye Tucker. “Ku mohon,” Bush mengejek sambil merengek minta  permohonan ampun, “jangan bunuh saya.” Lelucon seperti ini hanya lucu jika orang yang menceritakan lelucon tersebut tidak memiliki kekusaan untuk membatalkan hukuman mati.

2) “Saya percaya terhadap sistem checks and balances.”

Tentunya haru-biru mengenai Operasi TIPs dan keputusan pengadilan baru-baru ini mengenai penyalahgunaan FBI dan dengar pendapat mengenai deportasi rahasia adalah sebuah tanda yang sehat. Terkecuali, tentunya, mengenai penemuan kontroversial melawan Ashcroft, di Departemen Kehakiman yang tampaknya akan mengajukan permohonan di depan lima orang jahat yang meneruskan seleksi 2000. Chief Justice Rehnquist memperingatkan bahwa, “dalam keadaan perang, hukum sama sekali tidak berperan.” Meskipun Konstitusi memberikan kepada Kongres hak tunggal untuk menyatakan perang, sejak 1948 Amerika sudah terlibat dalam kira-kira 250 serangan militer tanpa satupun menyatakan deklarasi perang. Rezim Bush juga pernah mengatakan bahwa tidak perlu persetujuan Kongres untuk menyerang Irak.

3) “Kita harus membela diri kita sendiri dan itu adalah satu-satunya cara untuk melawan terorisme.”

Orang yang percaya bahwa perang adalah sebuah jalan untuk membasmi terorisme adalah orang yang jelas-jelas dicuci otaknya. Amerika Serikat telah membangun pangkalan militer sepanjang rute jalur pipa minyak, dan mimiliki perhatian terhadap persediaan minyak dan gas di daerah Laut Kaspia. Semua orang harus membaca artikel yang ditulis oleh Zbigniew Brzezinski “The Grand Chessboard” atau membaca Wolfowitz Doctrine untuk memahami agenda yang tidak terlalu tersembunyi dibalik kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Dalam penampilanCrossfire baru-baru ini, Jamie Dettmer reporter Insight Magazine secara cerdik menunjukkan sasaran Amerika untuk mengendalikan lapangan minyak di Irak. Tucker Carlson menyatakan, “Tak seorang pun mengatakan bahwa Amerika Serikat masuk ke Irak untuk mengontrol minyak,” membuat banyak orang bertanya apakah ia masih waras. “Jangan menganggap ini terlalu sederhana,” Dettmer menjawab, peringatan bahwa, “pada akhirnya, jika Amerika tidak menahan diri, Amerika akan memancing pengelompokkan negara-negara yang justru sebaliknya akan melawan Amerika.”

4) “Semenjak 11 September George Bush telah menunjukkan kemampuan kepemimpinannya.”

Semenjak 11 September George Bush telah membawa kita jauh dari kebijakan progresif dan mengasingkan kita dari dunia. Koran-koran Inggris menjelaskan keretakan antara Eropa dan Amerika Serikat dalam kurun waktu 50 tahun lebih, 85 persen warga Jerman tidak lagi mempercayai Amerika dan reporter kawakan Helen Thomas menangisi bagaimana, “teman dan sekutu ingin mengetahui apa yang telah terjadi dengan Amerika Serikat.” Surplus 7 juta dolar kita telah mengikuti contoh presiden kita dan absen tanpa mendapat cuti (AWOL), sementara pengangguran, kejahatan, dan mati rasa intelektual semakin meingkat. Dibawah “kepimpinan ” Bush, Amerika Serikat telah menjadi seorang anak yang bodoh di kelasnya. Kita yang mencintai Amerika dipermalukan; dan yang lain menjauh.

5) “Maysarakat Eropa tidak setuju dengan kita karena mereka lemah tidak memuaskan.”

Maysarakat Eropa tidak sependapat dengan kita karena kita salah. Mereka memahami motivasi geopolitik dibalik perang ini, dan media massa mereka tidak disensor seperti di Amerika Serikat. Namun cerita mengenai keterlibatan Enron dalam usulan mengenai minyak dan saluran pipa gas meskipun Afghanistan dilumatkan, dan jika anda ingin mengetahui mengenai perjalanan Taliban ke Texas, anda harus mengetahuinya di National Enquirer daripada di Meet the Press.

6) “Administrasi George Bush dipenuhi dengan kebijakan luar negeri yang utuh profesional.”

Selain Colin Powell, kabinet George Bush dipenuhi dengan ideolog neo-conservatif yang menuntut penyerangan ke Irak meskipun kejadian 11 September tidak pernah terjadi. Meskipun suara terbanyak negara-negara menentang, Dick Cheney secara sepihak maju terus, sementara Donald Rumsfeld berkata ia percaya Amerika akan menerima bantuan dari komunitas internasional. Sementara itu, komunitas internasional menggaruk kepalanya dan heran apa yang terjadi terhadap negara kita.

7) “George Bush melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam perang terhadap teror.”

Dengan sedikitnya liputan media, bagaimanakah masyarakat akan tahu? Kecuali jika seseorang mencari tahu melalui media luar negeri dan laporan media alternatif, sedikit kesempatannya. Jika seseorang membaca laporan dari wartawan seperti Seymour Hersh, akan menimbulkan pandangan yang berbeda. Kestabilan di Afghanistan hanya sebuah kebohongan, Panglima Perang melakukan tindak kejahatan tanpa intervensi, dan Departemen Luar Negeri dipaksa untuk menjaga Presiden Karzai. Sementara banyak yang memperingatkan bahwa rencana Bush untuk Irak akan membawa kiamat. Namun “Bush melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam perang terhadap teror.” Bagaimana, piye?

8) “Orang yang mengatakan pemerintahan Bush membiarkan 11 September terjadi adalah konspirasi orang gila.”

Lupakan perilaku presiden yang aneh pada tanggal 11 September 2001. Lupakan bahwa pesawat jet tidak dikontrol dari pangakalan Andrews Airforce, atau bahwa FBI menghalangi investigasi. Pura-pura tidak ada hubungan antara Bush, bin Laden, dan bangsa Saudi atau bahwa #41 Bush tidak meraup keuntungan dari perang ini melalui koneksinya dengan Carlyle Group. Bayangkan sebentar, tak peduli bahwa semua yang memimpin investigasi tertutup 9/11 bertemu dua kali denga mantan kepala intelijen Pakistan (ISI), yang dibertitakan membantu membiayai Mohammad Atta. Dan jangan pedulikan, disamping peringatan, hanya 14 pesawat yang menjaga negara kita pada tanggal 11 September 2001. Keanehan ini dapat dijelaskan melalui kebetulan dan ketidakmampuan daripada keterlibatan.

Jadi, ingatlah ini: Setelah Perang Dunia II, CIA merekrut ilmuwan Nazi untuk berbagi informasi yang lalu digunakan dalam program MK-Ultra. Dalam tahu 60-an, Pentagon membuat rencana untuk membunuh warga Amerika dan menyalahkan Castro sebagai alasan palsu untuk memenangkan perang dengan Cuba. Dan perkemahan Army-based concentration camps … tak hanya sebuah kilas dalam pandangan Ashcroft. Yang sudah dicuci otaknya dikondisikan untuk mendengar “konspirasi” dan ditutup. Namun dengan segera menyimpulkan informasi tidak benar dan yang mengirim beritanya dianggap gila. Tetapi bahkan Bill Clinton dilaporkan bertanya kepada Webster Hubbel bagaimana mencari jawaban untuk dua pertanyaan ini: “Satu, siapa yang membunuh JFK? Dua, apakah UFO benar-benar ada?” Ia tidak pernah mengetahui jawabannya. Dan yang aneh adalah kita juga tak akan pernah tahu. Meskipun begitu, tidaklah tak wajar jika kita meminta investigasi independen dalam kasus 9/11. Juga tidaklah tak wajar jika kita ingin tahu mengapa administrasi melakukan segalanya agar kita tak pernah tahu apa yang sebenarnya terjadi.

9) “Media massa kita liberal.”

Ann Coulter mengeluh tentang media yang liberal melalui “liberal media,”dimana ia secara rutin memberikan sebuah mimbar, namun Michael Moore hanya tampil sedikit dari sekian banyaknya acara, meskipun bukunya menjadi best seller selama enam bukan. Selama pemilu, media yang dikontrol secara terpadu menggambarkan AL Gore dalam pandangan negatif, sembari memuji == Bush’s phony ranch-hand charm==, dan menurut sebuah laporan dalam F.A.I.R (Fairness and Accuracy in Reporting), 75% dari sumber dominan mengenai opini dalam tiga jaringan utama adalah pendukung Republik. Namun yang tercuci otaknya masih terus percaya bahwa media memiliki BIAS liberal. Cobalah anda mencari tahu.

10) “Saddam memiliki senjata pemusnah massal !”

Kalimat ini sudah diganti dari, “Saddam menyerang rakyatnya dengan gas beracun!” seperti mantra #1 == war-mongering dittoheads. == Tetapi disamping pernyataan mantan inspektor senjata Scott Ritter, bahwa tak ada bukti bahwa Hussein menimbun senjata pemusnah massal, Dick Cheney berkata “tak diragukan lagi” ia memilikinya dan merencakanan untuk menggunakannya. Selama krisis misil Cuba , John F. Kennedy menyiarkan bukti foto yang membuktikan Soviet Union memiliki senjata pemusnah massal. Tapi dimana sekarang buktinya? Mengapa pemerintah belum berhasil mempengaruhi membujuk sekutu kita? Mengapa banyak yang meragukan bahwa “tak diragukan lagi”

Pengumpulan pendapat terbaru mengatakan bahwa hampir setengah warga Amerika percaya Amandemen Pertama “sudah melampaui batas,” membuktikan bahwa Stepford Citizen Syndrome adalah sebuah krisis nasional. Kita memiliki kewajiban untuk membangkitkan orang tersayang kita dari ketidaksadarannya. Jika tidak, maka orang yang telah mencuri Amerika akan menggilas kita. Dan jika Anda tak dapat menyadarinya, maka ada kemungkinan Anda sudah dicuci otak.

diterjemahkan oleh; akhirzaman.info

original source: http://www.democraticunderground.com/articles/02/09/05_stepford.html

April 1, 2009 - Posted by | News

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: