shareurs

share knowledge for the bright future

Laki-Laki Romantis ?@$@#^

If a picture paint thousand words of joy
Living in a loneliness
Over the distance that separate us
Very deep feeling in every remaining moments
Emotion, passion and desire all become one
You know, with the deepest feeling that I have
On the day that I met you
Untill the day you go away, I still love you…

Hhmmm… kalau baca puisi di atas, saya jadi sering terhanyut. Terbawa perasaan. Begitu indah. Nggak nyangka kalau yang bikin puisi ini adalah dia, seorang laki-laki. Ya, karena kupikir yang biasa bikin puisi dengan kata-kata yang mendayu-dayu adalah wanita, yang biasanya punya jiwa yang melankolis. *termasuk saya-kah? cieee.. hiehueheuheu *

Padahal nggak juga ya? buktinya, Kahlil Gibran dan Jalaludin Rumi tu kan laki-laki juga.

Well, saya nggak akan diskusi lebih lanjut hal-hal yang menyangkut gender. Saya pengen lebih fokus ke masalah laki-laki yang pinter bikin puisi, atau lebih jelasnya laki-laki yang romantis. Aha, sepertinya saya sudah men’judge‘ terlalu subyektif. Apa memang bener sih, laki-laki yang pinter bikin puisi itu melankolis romantis? Belum tentu juga, kan? any idea?

Trus apa sih ukuran ‘keromantisan seorang laki-laki’ itu? Tentu banyak dong (atau minimal ada) kriteria yang bisa menggambarkan hal tersebut. Kalo menurut saya, seorang laki-laki itu bisa disebut romantis bila:
– dia bisa memberikan perasaan tenang, terutama di saat gundah
– cerdas, nyambung buat diajak diskusi tentang apapun
– dewasa, mengayomi
– mampu mengungkapkan isi hatinya dengan ‘sweet
– tampil jujur, apa adanya, tanpa topeng
– memiliki selera humor yang baik
– tahu kapan saya sedang PMS, dan mencoba mengerti bila saya marah-marah tanpa sebab..hihi!
– intinya sih… bisa bikin hati saya klepek-klepek 

*lah, trus, apa hubungannya dong puisi dengan kriteria romantis?*
Adaa… puisi itu kan curahan hati, yang diungkapkan dengan cara seksama dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya *haiyaahh*. Saya pikir, puisi hanyalah salah satu cara yang  sweet‘ untuk mengungkapkan apa yang ada di pikiran seseorang. Jadi, biarpun puitis, tapi kalo nggak memenuhi kriteria di atas belum tentu romantis 

Just my two cents… berpendapat boleh aja kan?

Lain ladang lain belalang, lain orang lain pula hatinya…
Tentu saja romantis menurut saya, belum tentu juga romantis menurut yang lain.
Hehehe… gimana klo menurut kamu?

Minta dari Temen sebelah ……
http://ti2n.multiply.com/

January 29, 2009 - Posted by | Computer

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: